Puisi adalah Hidupku

Tulisan Merupakan Gambaran Hati

Renungan Perjalanan Menuju Kematian

perjalanan menuju kematianKatakanlah, “sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”

Malaikat Izra’il datang… Saatku telah tiba, saatku telah tiba berpisah dengan dunia. Tubuhku terbujur kaku. Tak ada satu pun kata yang bisa terucap… kala itu aku hanya diam membisu menanti saat pertanggungjawaban yang mengerikan. Tubuhku diusung oleh para kerabatku, diusung ke suatu tempat, alam kubur. Perlahan tubuhku dimasukkan ke liang lahat. Tubuhku pun mulai ditimbun tanah. Mereka yang mengiringi jenazahku satu persatu mulai pergi. Juga keluarga yang kucintai. Kini aku sendiri sunyi sepi. Hanya amal yang menemaniku dalam kesendirian ini. Harta, anak-anak yang ditubuhnya mengalir darahku, keluarga yang belum aku bina dengan benar, orang tua yang belum sempat kubalas jasanya, tak ada yang bisa kuajak untuk menemaniku. Menyesal, sudah tak mungkin. Taubat, tak lagi diterima. Dan maaf pun tak mungkin terdengar. Aku sendiri yang harus mempertanggungjawabkan apa yang pernah kulakukan. Istriku menagis, sedih kehilangan suaminya. Istriku bingung menghadapi beban yang menghadang tanpa diriku. Istriku bingung, menghadapi masalah yang kutinggalkan. Ya Allah… entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Mu. Jika Kau beri aku satu kesempatan lagi, jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu, beberapa hari saja. Aku akan berkeliling, memohon maaf pada mereka. Yang selama ini telah merasakan kedzalimanku. Yang selama ini sengsara karena ulahku. Yang tertindas dalam kuasaku. Yang selama ini telah aku sakiti hatinya. Yang selama ini telah aku bohongi. Aku harus kembalikan semua harta kotor ini. Yang kukumpulkan dengan gembira dan penuh semangat. Yang kukuras dari sumber yang tak jelas. Yang merupakan milik orang lain. Yang kumakan penuh nikmat. Ya Allah, beri aku lagi beberapa hari milik-Mu untuk berbakti kepda ayah dan ibu tercinta. Maafkan aku ibu, maafkan aku ayah… Mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu. Ya Allah, beri aku lagi beberapa hari milik-Mu untuk berkumpul lagi dengan istri dan anak-anakku, karena aku sungguh ingin bersujud di hadap-Mu. Bersama mereka untuk beramal sholeh dengan sungguh-sungguh dan tulus. Aku menyesal sekali rasanya… mengapa kusia-siakan hidupku yang hanya sekali ini? Mengapa… Andai aku bisa putar ulang waktu itu……. Kini aku dimakamkan hari ini, dan semuanya menjadi tak termaafkan dan semuanya menjadi terlambat. Dan aku harus sendiri untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatanku selama hidup yang baru berlalu.

Saudaraku… masih ada sisa waktu untuk kita bertaubat kepada Allah…

Filed under: Puisi Hidup, , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS MA YPK Cijulang

  • UTS Semester 1 MA YPK Cijulang Tahun Pelajaran 2014/2015 5 Oktober 2014
    Hari ini, Senin 06 Oktober 2014, adalah hari pertama pelaksanaan UTS (Ujian Tengah Semester), Semester 1 di MA YPK Cijulang Tahun Pelajaran 2014/2015. Yakni dengan jadwal sebagai berikut : 1). 07.30-08.30 WIB Pelajaran Al-Qur’an Hadits di Kelas X MIPA/Sosial, Kelas XI IPA/IPS, dan Kelas XII IPA/IPS; 2) 09.30-10.00 WIB Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X … […]
    dadan ramdani
%d blogger menyukai ini: