Puisi adalah Hidupku

Tulisan Merupakan Gambaran Hati

Kasih Ibu

kasih ibuAdikku, aku menemukan secarik kertas yang terselip pada sepotong bambu penuh debu dan usang, yang tersimpan di dekat kepala Ibu, di ujung ranjang yang telah usang pula, tempat tidur ibu, ketika ibu masih hidup dulu. Ternyata kertas itu adalah sepucuk surat, yang sengaja dia tulis sebagai wasiat yang tidak ternilai harganya bagi kita.
Adikku, kini ibu telah tiada. Ayah pun menghilang / pergi entah ke mana. Maka akulah yang akan membimbingmu dan menanggung segala beban keluarga.
Adikku, sengaja aku bawa engkau ke tempat seperti ini, tempat yang teduh, tempat yang tenang, bahkan tempat yang sunyi dari keramaian orang. Agar engkau merenung dan berpikir sejenak, “Betapa besarnya jasa seorang Ibu, betapa mulianya seorang Ibu”.
Adikku, kini Ibu telah tiada. Hanya secarik kertas ini. Hanya seonggok tanah merah dan batu nisan itu yang ada di depanmu.
Adik, peganglah tanah dan batu nisan itu! Sekali lagi peganglah adikku! Pusatkanlah pikiranmu dengan penuh perasaan! Hidupkanlah jiwamu dengan pasti! Bukalah mata hatimu setajam-tajamnya! Lihatlah adikku…!!! Lihatlah…! Siapakah yang ada di depanmu? Itu Ibu kita. Dia seolah-olah bangun dari tidur lamanya. Dia berdiri tegak. Matanya melotot memandang kita. Lalu menangis berairmatakan darah panas. Kedua tanganya dikepalkannya sekuat tenaga.  Seakan-akan dia benci dan marah pada kita, marah yang terasuki roh penasaran dan jahat. Marah yang lupa akan kasih sayang. Betapa tidak!!! Karena kita menjadi anak yang tak tahu diuntung. Karena kita menjadi anak yang durhaka.
Maka…!!! Sejak malam ini dan di tempat ini. Bahkan sejak jam, menit, dan detik ini pula, marilah kita insyaf, adikku!!! Serta dengarkanlah kata-kata Ibu yang dia tulis pada secarik kertas ini. Sambil tak lupa kita berdo’a kepada Yang Kuasa “Semoga Ibu diterima di sisi-Nya”.

KASIH IBU (Lihat pada lembaran Majalah Media Pembinaan No. 9/XVIII-1991)

Itulah kata-kata ibu kita yang ditulis pada secarik kertas ini. Semoga kita memahami isinya dan sanggup mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ibu…
Begitu besar jasamu kepada kami
Dari pagi hingga malam
Bahkan tak terasa umurku kini bertambah jua
Kerinduan kami pada Ibu
Sebagai rasa ungkapan hati ini

Hari berganti hari, tahun berganti tahun
Rasa kasih sayangmu kepada kami tidak pernah pudar
Ibu, betapa besar rasa pengabdian ibu kepada kami

Sungguh Ibu…
Kami ini menjadi saksi atas semua itu
Nasihatmu, petuah, dan kepribadian Ibu yang arif
Bijak tanpa pandang bulu semua Ibu curahkan
Semua rasa asih dan asuh
Keluar dari sanubarimu yang tulus
Setulus hati ibu yang agung dan mulia

Ibu, kini Ibu telah kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa
Hanya do’a dan puji kami akan selalu kami panjatkan
Ibu, sebagai rasa ungkapan terima kasih kami yang dalam
Terimalah rasa terima kasih kami ini

Ibu, do’a kami ‘kan selalu mengiringimu
Dengan penuh rasa sayang yang dalam
Tanpa lelah kami ’kan selalu berdo’a untukmu Ibu

Selamat jalan Ibu… Semoga Allah SWT membalas semua jasa jasamu
Dengan kehidupan yang terang di alam sana
Semoga masuk ke dalam surga yang indah dan abadi
Selamat jalan Ibu… Selamat jalan…
Do’a kami selalu menyertai Ibu. Amin.

Filed under: Puisi Hidup, , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS MA YPK Cijulang

  • UTS Semester 1 MA YPK Cijulang Tahun Pelajaran 2014/2015 5 Oktober 2014
    Hari ini, Senin 06 Oktober 2014, adalah hari pertama pelaksanaan UTS (Ujian Tengah Semester), Semester 1 di MA YPK Cijulang Tahun Pelajaran 2014/2015. Yakni dengan jadwal sebagai berikut : 1). 07.30-08.30 WIB Pelajaran Al-Qur’an Hadits di Kelas X MIPA/Sosial, Kelas XI IPA/IPS, dan Kelas XII IPA/IPS; 2) 09.30-10.00 WIB Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X … […]
    dadan ramdani
%d blogger menyukai ini: