Puisi adalah Hidupku

Tulisan Merupakan Gambaran Hati

Antara Mawar dan Melati; Dilematis

Antara Mawar dan MelatiSejak medio Oktober 2008, hidupku berada di antara dua dunia, yakni bahagia dan sengsara (menderita). Betapa tidak, semua kenangan manis dan pahit teralami semua, sehingga aku harus sanggup memilih di antara keduanya. Tapi aku insyaf/sadar (yang tentunya ketika pikiranku terpusat pada hati nurani), bahwa semuanya adalah kekuasaan dan kehendak Allah. Antara senang dan lara pasti ada di dunia ini, karena Allah sendirilah yang menciptakan semua itu. Ada timur pasti ada barat, ada atas pasti ada bawah, ada hitam pasti ada putih, ada wanita pasti ada laki-laki, dan ada surga (positif) pasti ada neraka (negatif).
Wahai sahabatku, wahai saudaraku… dengan berat hati dan tidak mengurangi rasa hormat pada semuanya, tolonglah aku, tunjukkan solusi untuk membuka tabir kehidupan ini. Dan tak sedikit pun lupa pada Tuhan. Wahai Tuhanku lindungilah aku dari segala malapetaka, bencana yang melanda diriku… Wahai Tuhan yang Maha Mendengar dan Melihat bukalah pintu hatiku ini dari semua kesulitan dan kegalauan yang selama ini menimpa diriku.
Tuhan, aku tak kuat lagi menahan sakit akibat kesalahanku sendiri, aku tak sanggup lagi menahan terpaan dan cobaan yang melanda diriku. Tiada daya dan kekuatan kecuali pertolongan-Mu yang tetap aku harapkan.
Bunga mawar yang indah tetap ‘kan kujaga selamanya. Akan kusirami dengan penuh kelembutan dan kemanjaan.
Bunga melati yang wangi akan tetap kujaga dan kumanja juga serta ‘kan kuabadikan dalam relung jiwa yang penuh bahagia.
Dua bunga itu adalah simbol makhluk Tuhan yang selama ini kudambakan.
Bunga mawar, kau adalah bunga yang pertama kupetik. Kau begitu harum dan mewangi. Kau tumbuh di ladang yang penuh keramahan masyarakat. Kau adalah bunga yang penuh keabadian cinta dan sayang yang menghasilkan keturunan yang membahagiakan. Sampai kapan pun, sampai dunia ini hancur berkeping-keping, kau tetap adalah mawarku yang sejati. Bunga mawar adalah simbol wanita yang lembut dan manja, tapi dia juga bisa marah dengan durinya itu. Maka ketika aku masuk ke medio Oktober itu dia memberikan isyarat yang meragukan untukku.
Wahai bunga melati, kau adalah bunga yang kedua yang kuharapkan. Kau adalah bunga yang penuh dengan kewangian diri. Aku tertarik padamu. Kau bunga yang cerdas dan jadi rebutan lelaki. Kau pasti adalah bunga terakhir untukku. Melati adalah bunga yang harum, bunga yang penuh dengan kenangan manis.
Terlepas dari itu semua, tentunya sanggupkah aku menjaga kedua-duanya bunga itu? Inilah yang menjadi pertanyaan yang terus menerus mengusik jiwaku.
Terakhir, adakah sahabat/saudaraku yang peduli dan simpati padaku, yang sanggup membantu memecahkan masalah yang penuh dilematis ini?
Aku tunggu jawabannya.

Cimerak, 18 November 2009 (Rabu : 09.00 WIB)

Filed under: Puisi Hidup, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS MA YPK Cijulang

  • UTS Semester 1 MA YPK Cijulang Tahun Pelajaran 2014/2015 5 Oktober 2014
    Hari ini, Senin 06 Oktober 2014, adalah hari pertama pelaksanaan UTS (Ujian Tengah Semester), Semester 1 di MA YPK Cijulang Tahun Pelajaran 2014/2015. Yakni dengan jadwal sebagai berikut : 1). 07.30-08.30 WIB Pelajaran Al-Qur’an Hadits di Kelas X MIPA/Sosial, Kelas XI IPA/IPS, dan Kelas XII IPA/IPS; 2) 09.30-10.00 WIB Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X … […]
    dadan ramdani
%d blogger menyukai ini: